BPBD Banten Optimalkan Pusdalops Pantau Informasi Kebencanaan Selama 24 Jam Nonstop
| BPBD Provinsi Banten Optimalkan Kinerja Pusdalops 24 Jam Sebagai Informasi Kebencanaan. |
SERANG- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengoptimalkan kinerja Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) sebagai pusat pemantauan informasi kebencanaan yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam sepanjang tahun.
Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan pada prinsipnya seluruh BPBD kabupaten dan kota telah siap mengoperasikan Pusdalops. Meski dari sisi kelengkapan peralatan, belum semua daerah memiliki fasilitas yang sama.
“Secara umum Pusdalops di kabupaten dan kota sudah siap dan selalu siaga. Tetapi dari sisi peralatan, yang lengkap baru di wilayah barat dan timur Banten. Untuk wilayah Tangerang Raya, Pusdalops dengan peralatan lengkap masih belum tersedia,” kata Lutfi, Senin (8/12/2025).
Ia menjelaskan, keberadaan Pusdalops sangat bergantung pada dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BPBD daerah tidak mengadakan sendiri fasilitas tersebut karena nilai investasinya cukup besar.
“Pusdalops itu mayoritas merupakan bantuan dari BNPB. Yang sudah ada antara lain di Serang, Pandeglang, Lebak, dan Cilegon. Masih ada sekitar empat daerah yang belum memiliki karena memang biaya pengadaannya mahal,” tuturnya.
Kata Lutfi, sejak BPBD Banten menerima bantuan gedung dan peralatan Pusdalops dari BNPB, kecepatan respons terhadap informasi kebencanaan meningkat signifikan, terutama dalam menangani data banjir yang terjadi di kabupaten dan kota di provinsi Banten.
“Keberadaan Pusdalops ini sangat membantu dalam respon cepat, khususnya pengolahan data dan informasi kebencanaan. Informasi dari daerah langsung masuk ke sistem,” sampainya.
Dijelaskan, seluruh laporan dari BPBD kabupaten dan kota, baik yang telah memiliki Pusdalops maupun yang belum, langsung terintegrasi dalam satu sistem yang dapat diakses BPBD Provinsi Banten dan BNPB pusat.
“Sistem ini bisa kami baca dan juga dipantau oleh BNPB pusat. Hanya saja, saat ini belum terhubung secara otomatis dengan instansi lain seperti Polri dan TNI karena sistemnya masih berdiri sendiri,” katanya.
Meski belum terintegrasi penuh, Lutfi menyebut bahwa data dalam sistem Pusdalops tetap dapat diakses oleh berbagai pihak, meskipun belum terkoneksi langsung secara otomatis.
“Secara akses sebenarnya terbuka, hanya saja belum langsung ter-link ke sistem Polri atau TNI,” paparnya.
Terkait optimalisasi Pusdalops, Lutfi menegaskan, tidak adanya perbedaan pola kerja pada momentum tertentu, termasuk saat libur Natal dan Tahun Baru.
“Pusdalops kami beroperasi 24 jam sepanjang tahun. Ada petugas yang berjaga setiap hari dan setiap waktu,” ucapnya.
Kata dia, petugas Pusdalops secara rutin memperbarui data cuaca dan curah hujan setiap menit sebagai bagian dari deteksi dini potensi bencana.
“Setiap menit mereka meng-update informasi cuaca dan hujan. Itu dilakukan terus menerus, karena memang ritme kerja kami seperti itu,” tukasnya.
Lutfi juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak khawatir berlebihan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru, termasuk potensi bencana banjir.
“Jangan khawatir. Tetaplah berwisata di Banten,” tegasnya.
Menurutnya, BPBD bersama instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, TNI, dan Polri telah menyiagakan personel untuk mendukung keamanan dan keselamatan masyarakat di kawasan wisata.
“Kami siap melindungi dan melayani jika terjadi sesuatu. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” bebernya.
Diakhir, Lutfi menambahkan, masyarakat di sekitar kawasan wisata juga telah dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi situasi darurat kebencanaan.
“Masyarakat sudah paham apa yang harus dilakukan apabila terjadi sesuatu terkait kebencanaan,” pungkasnya.
(ADV)
No comments